Thread : Serba Serbi Liga Perancis 2012 - 2013
Results 1 to 10 of 10

Share:

Hybrid View

    • 's Avatar king.cantona is offline
      Moderator

      Join Date
      Jun 2012
      Posts
      8
    • Serba Serbi Liga Perancis 2012 - 2013

      Hi semua.

      Thread ini untuk ngobrolin apa saja tentang Liga Perancis dan tetek bengeknya.

      Ngobrolin siapa yang akan jadi juara Liga? Ngobrolin siapa yang akan jadi juara cup? Apakah PSG menjadi sangat superior musim ini?

      Ngobrolin siapa yang akan jadi top skorer?

      Ngobrolin pemain muda yang bersinar.

      Pokoknya semua tentang liga Pernacis kita obrolin di sini.
    • #1 05-07-201209:48
    •  
    • 's Avatar adheet_ya is offline
      Member

      Join Date
      Jun 2012
      Location
      di pojokan KFC
      Posts
      63
    • Quote Originally Posted by falseten View Post
      Penasaran lihat kiprah PSG dimusim ini.
      Dengan sokongan dana yang segitu gede dan Don Carletto bisa nguasain setidaknya liga perancis ga ya?
      Liga Perancis itu aneh ... Juaranya ganti2 mulu dari tahun ke tahun
      Montpellier yang tahun kemarin gak disangka2 aja malah bisa jadi Juara

      sebenarnya berharap banyak sama PSG, tapi kayaknya klub ini blom ada "proyek" yang jelas
      pake mau ngambil Verratti segala pula *tepokjidat*
    • #3 07-07-201202:22
    •  
    • 's Avatar falseten is offline
      Member

      Join Date
      Jun 2012
      Posts
      30
    • Quote Originally Posted by adheet_ya View Post
      Liga Perancis itu aneh ... Juaranya ganti2 mulu dari tahun ke tahun
      Montpellier yang tahun kemarin gak disangka2 aja malah bisa jadi Juara

      sebenarnya berharap banyak sama PSG, tapi kayaknya klub ini blom ada "proyek" yang jelas
      pake mau ngambil Verratti segala pula *tepokjidat*
      Mirip kayak Ligina yak? Haha
      Smg bkn krn mslh di ligina

      Don Carletto ga dikasih kebebasan spt Mancio kali ya di PSG?
    • #4 07-07-201217:41
    •  
    • 's Avatar adheet_ya is offline
      Member

      Join Date
      Jun 2012
      Location
      di pojokan KFC
      Posts
      63
    • Quote Originally Posted by falseten View Post
      Mirip kayak Ligina yak? Haha
      Smg bkn krn mslh di ligina

      Don Carletto ga dikasih kebebasan spt Mancio kali ya di PSG?
      Kayaknya sih gitu ... tapi klo dah dapet kebebasan itu, PSG bisa jadi / lebih dari City, wew

      Tapi emang klo di bursa transfer PSG jadi sorotan banget yah, juara musim lalu malah kelupaan
    • #5 08-07-201205:20
    •  
    • 's Avatar mangbola is offline
      Junior Member

      Join Date
      Jun 2012
      Posts
      21
    • [kopas dulu]

      Fokus Menyambut dimulainya Ligue 1: Paris Saint Germain
      Saya masih menyimpan jersey replika Paris Saint Germain (PSG), yang masih bersponsor Opel. Selain AC Milan dan Barcelona, saya sudah memfavoritkan klub kaya baru ini sejak akhir tahun 90an saat duet terbaik Eropa, David Ginola dan George Weah bahu membahu bersama Rai Oliveira, adik kandung almarhum Socrates dan sederet pemain bagus lainnya seperti Bernard Lama, Paul Le Guen dan Vincent Guerin.

      Saya sih tidak heran ketika banyak akun twitter baru bermunculan yang menamakan diri sebagai suporter klub asal ibukota Prancis ini, begitu pula banyaknya orang yang tiba-tiba memakai jersey biru tua tim yang baru berdiri di tahun 1970 ini. Thanks to QSI (Qatar Sports Investment) atas kucuran dananya, yang membuat ratusan ribu, mungkin jutaan pemuda di dunia berpaling kepada rival abadi Olympique Marseille ini.

      Sebagai “anak baru” di kompetisi Ligue 1, PSG memiliki prestasi biasa-biasa saja, namun memiliki basis fans yang luar biasa. Mereka memang tidak pernah terdegradasi, namun gelar juara liga mereka dapatkan terakhir 18 tahun lalu, saat wonderkid mereka Adrien Rabiot baru lahir ke dunia. PSG bisa dibilang sendirian menguasai Paris, kota dengan penduduk kosmopolitan berjumlah 10 juta jiwa. Paris FC, rival mereka lainnya tidak masuk hitungan karena mereka bermain di liga semi profesional. Dengan fanbase yang luar biasa ini plus bakat-bakat yang bisa dihimpun dari jutaan penduduk ini, PSG memang tinggal membutuhkan uang banyak untuk memperluas kerajaan mereka. Dan itu semua kini sudah terhampar di hadapan.

      Leonardo, direktur olahraga mereka, mungkin setengah berbual saat berkata bahwa “kita tidak bisa sekaligus mendatangkan 10 orang Lionel Messi, bukan itu cara membangun klub.” Namun apa yang terjadi sungguh berbeda. Tidak lama setelah penunjukan Leo, pelatih Antoine Komboure dipecat. Padahal mantan pemain tim nasional Prancis ini baru saja membawa PSG menjadi juara paruh musim. Nama yang kurang populer di kalangan pelatih membuatnya harus merelakan posisinya ke tangan pelatih high profile, Carlo Ancelotti.

      Benar saja, nama besar Carletto memang menjadi magnet bagi para pemain bintang. Berturut-turut Jeremy Menez, Javier Pastore, Thago Motta, Alex, dan Maxwell didatangkan di bursa transfer musim dingin. Lalu di musim panas, datanglah tiga pemain bintang lainnya yang lebih sangar, Ezequiel Lavezzi, Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic. Kedatangan rombongan pemain bintang yang menguras 200 juta euro belum termasuk gaji hanya dalam waktu dua tahun itu sontak membuat Liga Prancis diselimuti euforia. Kompetisi ini akan semakin semarak dan berpotensi menyodok Liga-liga terkenal lainnya seperti La Liga, English Premier League maupun Seri a.

      Lihatlah komposisi skuad mereka saat ini.

      (gambar)

      Dengan skuad seperti ini, mereka harus juara. Kehadiran pemain penentu seperti Ibra akan benar-benar dimaksimalkan Carlo Ancelotti. Ibra adalah jaminan juara liga, yang baru sekali gagal musim lalu setelah delapan musim berturut-turut membawa klubnya menjuarai tiga liga berbeda. Kemewahan skuad yang dimiliki membuatnya leluasa memainkan taktik dan melakukan rotasi pemain. Tinggal bagaimana dia mengendalikan ruang ganti dan mengayomi perilaku para superstar jika beberapa pemain tidak puas dengan sistem rotasi. Potensi terciptanya Ibra and friends dan Rabiot and friends memang besar, mengulangi cerita di ruang ganti Real Madrid era Galacticos jilid 1, yang terkenal dengan konflik dressing room antara Zidanes dan Pavones, menunjuk pada grup bintang Zinedine Zidane dan grup pemain akademi Francisco Pavon.

      Bagaimanapun, perjalanan PSG dapat dihantui oleh kerugian yang tidak bisa ditolerir oleh UEFA. Financial Fair Play (FFP) mensyaratkan minimal kerugian 45 juta euro di akhir musim 2012/2013, dimana di 2014/2015 klub tidak boleh dalam posisi merugi. Dengan transfer yang besar plus biaya gaji tinggi, Swiss Ramble memperkirakan PSG akan merugi sekitar 92 juta euro.



      Hitungan tersebut sebenarnya sudah berada pada tahap optimistis dimana sudah menghitung pencapaian PSG musim depan. Let’s say, mereka akan menjuarai liga dan mencapai babak perempat final Liga Champions, yang akan membuat posisi penerimaan mereka menjadi 88 juta euro, namun dengan pengeluaran yang mencapai 180 juta euro akan mengakibatkan mereka berada pada posisi rugi 92 juta euro (perhatikan tabel diatas).

      Hal ini tentu melewati ambang batas toleransi UEFA. Namun jika mereka mampu menyiapkan proyeksi penerimaan yang menunjukkan bahwa trend profit PSG akan dimulai, mereka akan mampu melewati tahap monitoring ini dan berharap untuk menapaki kejayaan. Hal yang bisa digenjot PSG tentunya dari sisi hak siar televisi. Dengan semakin banyaknya pemain bintang yang mereka kumpulkan, musim depan tentu mereka bisa mendapatkan lebih banyak lagi, terlebih jika banyak stasiun TV seluruh dunia turut membeli hak siar pertandingan mereka. Ditambah lagi dengan penerimaan sisi komersial yang akan terus melebarkan brand, mereka bisa berharap untuk menyejajarkan diri dengan para raksasa macam Real Madrid, Barcelona, Manchester United maupun Chelsea.

      Dengan liga Prancis yang akan bergulir akhir pekan ini, marilah kita sambut calon penguasa baru.

      http://theclassicnumberten.blogspot.com/
    • #6 10-08-201214:15
    •  
    • 's Avatar adheet_ya is offline
      Member

      Join Date
      Jun 2012
      Location
      di pojokan KFC
      Posts
      63
    • Nivet Menjatuhkan Marseille Dari Puncak



      Benjamin Nivet mencetak gol 2 menit sebelum pertandingan berakhir dan membawa ESTAC Troyes meraih kemenangan liga pertama mereka atas olympique de Marseille hari minggu kemarin. Gol Nivet adalah gol satu-satunya di pertandingan tersebut.

      Posisi Marseille di puncak klasemen Ligue 1 sebenarnya telah direbut oleh Paris Saint Germain (PSG) pada hari Sabtu, namun di atas kertas mereka seharusnya mampu mengatasi dengan mudah perlawanan Troyes, yang belum sama sekali membukukan kemenangan musim ini. Anak Asuhan Elie Baup ini gagal memanfaatkan sejumlah peluang, terlebih penyerang andalan mereka Andre-Perre Gignac harus ditandu keluar lapangan akibat cedera di babak pertama.

      Tampil mengesankan saat menahan PSG 2-2 pekan kemarin, Marseille berharap bisa mengulangnya kembali di pertandingan ini. Namun keluarnya Gignac benar-benar meruntuhkan semangat mereka. Mantan penyerang FC Lorient dan Toulouse FC itu mengalami cedera karena salah jatuh saat akan menyundul bola.

      Terlepas dari cederanya Gignac, Marseille berkali-kali menekan pertahanan tuan rumah. Morgan Amalfitano sempat melepaskan tendangan keras sebelum ditepis oleh kipper Troyes, Yohann Thuram-Ullien. Andre Ayew bahkan sempat mencetak gol sebelum dianulir wasit karena ia dinilai telah melakukan pelanggaran sebelumnya. Mathieu Valbuena dan Loic Remy, yang menggantikan posisi Gignac, juga gagal menembus gawang Ullien.

      Sial bagi Marseille, di menit-menit akhir malah mereka harus kebobolan lewat aksi Nivet. Di masa injury-time Remy sempat membuat gol yang lagi-lagi dianulir wasit. Pertandingan pun selesai, Marseille harus puas melewati pekan ini di posisi ke-2.
    • #8 23-10-201219:58
    •  

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts