Setelah hampir dua tahun vakum dari panggung musik tanah air, Antik band kini hadir dengan album barunya bertajuk ''Memutar Waktu''. Ini adalah album mereka yang kedua setelah sukses dengan album pertama, ''Satu Bintang'' Februari 2008 silam.

Selaras dengan tema 'perubahan' yang mereka usung, kini mereka pun lebih percaya diri dengan formasi baru. Digawangi oleh Andee (vokal), Rico (gitar), Wien (bass), dan Agyl (drum), Antik hadir kembali dengan wajah baru yang lebih fresh. Mereka akan tampil lebih terbuka dengan musik modern tanpa meninggalkan ciri khas yang sudah ada.

''Antik terlihat semakin matang di album barunya ini dengan mempersembahkan karya terbaik mereka. Semoga album ini menjadi masterpiece kebangkitan kembali Antik di blantika musik tanah air,''ucap Harun Nurasyid Music Director MFI saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis, 28 Oktober 2010.

Sementara Wien, sang bassis menceritakan bahwa perubahan nama dari 'Antique' ke Antik adalah demi fans mereka, Antik kolektor.

''Nama sangat penting, banyak yang menamakan Antik dengan Antique, bukan Antik. Untuk memudahkan fans untuk mengingat kita, daripada pengejaan bahasa Inggris,'' katanya lagi di tempat yang sama.

Wien berharap dengan album barunya ini, Antik dapat turut memberi warna bagi kekayaan musik di tanah air. ''Kita ingin menawarkan sesuatu yang berbeda demi memberi warna bagi industri musik Indonesia,'' katanya menuturkan.

Album terbaru Antik ini berisi sepuluh lagu yang mencoba menawarkan lagu-lagu modern up beat. Di antara lagu-lagunya adalah 'Serba Salah', 'Pada Suatu Pesta', 'Memutar Waktu', 'Cinta Putih', 'Kau bukan Milikku' dan 'Jangan Menangis Lagi'.